LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI
WILAYAH V YOGYAKARTA
Jalan Tentara Pelajar Nomor 13 Yogyakarta
IKUTI KAMI
Berita LLDIKTI V local_library Akademik dan Kemahasiswaan visibility 21645 kali
Pelaksanaan Rapat Koordinasi Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Dengan Tema Mewujudkan Mahasiswa Yang Berkarakter, Bermutu, Serta Berdaya Saing Unggul
10 Okt
2019
Kamis,10 Oktober 2019

YOGYAKARTA – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Yogyakarta menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Bidang III dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Tahun 2019 pada tanggal 9 Oktober 2019 bertempat di Ruang Sidang Utama Kantor LLDikti Wilayah V Yogyakarta. Rakorpim Bidang III dan LLDikti Wilayah V merupakan kegiatan yang rutin digelar setiap tahun. Adapun untuk tahun ini Rakorpim Bidang III dan LLDikti Wilayah V merupakan kegiatan yang kedua di tahun 2019 setelah kegiatan yang sama dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2019. Perserta Rapat Koordinasi Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang III dan LLDikti Wilayah V adalah seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi bidang Kemahasiswaan di lingkungan LLDikti Wilayah V Yogyakarta, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta. Narasumber dalam Rakorpim Bidang III kali ini adalah Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Ak., Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Yogyakarta., Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si., Kepala Subdirektorat Penalaran dan Kreativitas, Direktorat Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dan Drs. Beny Suharsono, M.Si, Paniradya Pati Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rakorpim Bidang III dibuka pada pukul 08.00 WIB oleh Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan Sumber Daya Tunggul Priyono, S.H., M.Hum Bersama dengan Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si. Pada sesi pertama Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si. menyampaikan paparan berkaitan dengan program dan kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan Kemristekdikti. Beliau juga menyampaikan betapa pentingnya mahasiswa mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersifat Kokulikuler maupun ekstrakulikuler. Hal tersebut sangat berprngaruh terhadap rangking poerguruan tinggi yang salah satu unsur penilaiannya adalah kegiatan kemahasiswaan. Untuk mengukur nilai kegiatan kemahasiswaan, Kemristekdikti telah meluncurkan Sistem Pemeringkatan Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) yang didalamnya berisi laporan dari setiap perguruan tinggi tentang kegiatan kemahasiswaan yang diikuti oleh mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Misbah juga menyampaikan betapa pentingnya dukungan dana dari perguruan tinggi untuk kegiatan kemahasiswaan, karena rata-rata dukungan dana dari perguruan tinggi untuk kegiatan kemahasiswaan masih dibawah 10% dari total dana perguruan tinggi. Sehingga misbah menyarankan kalua mau kegiatan kemahasiswaan maju, maka dana yang disediakan sebaiknya lebih dari 10% dari total anggaran perguruan tinggi.

Sedangkan dalam kesempatan kedua, Prof. Didi menyampaikan pesan dari Menristekdikti kepada seluruh pimpinan bidang kemahasiswaan terkait beberapa hal penting yang antara lain, mahasiswa tidak dilarang untuk menyampaikan aspirasi, tetapi dengan cara yang santun, mematuhi peraturan, dan tidak merusak fasilitas umum. Pimpinan bidang kemahasiswaan juga dihimbau untuk menampung aspirasi mahasiswa dengan dengan mengajak diskusi, dan menghimbau kepada mahasiswa agar dalam menyampaikan aspirasi tidak arogan serta tidak melanggar aturan hokum.

Dalam kesempatan ketiga, Drs. Beny Suharsono, M.Si. menyampikan paparan tentang Tata Nilai Budaya Yogyakarta. Beliau menyampaikan tentang tata nilai budaya Jawa yg memiliki kekhasan semangat pengaktualisasiannya, berupa pengerahan segenap sumberdaya (golong gilig), secara terpadu (sawiji), dalam kegigihan dan kerja keras yg dinamis (greget), disertai kepercayaan diri dalam bertindak (sengguh), tidak muncur dalam menghadapi resiko apapun (ora mingkuh). Beny juga menyampaikan Trilogi Falsafah Keistimewaan Yogyakarta yaitu Hamemayu Hayuning Bawana, Sengkan Paraning Dumadi, dan Manunggaling Kawula Gusti. 

Beny juga mengajak pimpinan perguruan tinggi bidang kemahasiswaan untuk ikut mengakses Dana Keistimewaan Yogyakarta yang telah disediakan, karena selama ini perguruan tinggi belum ada yang mengakses dana tersebut. Untuk membedakan lulusan perguruan tinggi Yogya dengan daerah lain, beliau juga menghimbau agar mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat sekitar, sehingga bagi perguruan tinggi yang mempunyai asrama mahasiswa, agar digunakan untuk mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua saja, selanjutnya untuk tahun ketiga dan seterusnya agar tinggal diluar asrama berbaur dengan masyarakat sehingga dapat menyerap budaya-budaya lokal dari masyarakat sekitar dan agar perputaran ekonomi masyarakat juga meningkat.

Rakorpim Bidang III ini ditutup secara resmi pada pukul 15.00 WIB. Namun setelah acara ditutup masih ada acara dari Paguyuban Kemahasiswaan Jogja 35 (PKJ 35) yang dipimpin oleh Dr. Fadlil dari Universitas Ahmad Dahlan. Dalam kesempatan ini membahas agenda-agenda kegiatan PKJ 35 yang merupakan kolaborasi dari seluruh perguruan tinggi di Yogyakarta dengan harapan dapat menaikkan peringkat Kegiatan Kemahasiswaan di masing-masing perguruan tinggi. Hadir pula dalam kesempatan ini AKBP Sinungwati S.H., M.I.P., Kepala Sub Direktorat Pembinaan Ketertiban Penyuluhan Ditbinmas Polda DIY, yang menyampaikan terima kasih atas tertib dan damainya pelaksanaan penyampaian aspirasi mahasiswa dalam Gejayan Memanggil tahun 2019. Beliau menyampaikan bahwa tertibnya mahasiswa Yogyakarta merupakan buah dari didikan yang diberikan oleh masing-masing perguruan tinggi. Sinungwati juga mengucapkan terima kasih atas kolaborasi dari perguruan tinggi dalam pelaksanaan Festival Budaya Indonesia yang telah sukses digelar di Museum Serangan Oemoem 1 Maret pada tanggal 2 Oktober 2019 yang lalu. Beliau berharap agar kerjasama ini terus berlanjut pada kesempatan yang akan datang.

Unduh Paparan Rakorpim Bidang III

  1. Strategi Pengembangan Kemahasiswaan – Misbah Fikrianto
  2. Tata Nilai Budaya Yogya – Beny Suharsono