Jalan Tentara Pelajar Nomor 13 Yogyakarta, 55231 | (0274) 513538 | lldikti5@ristekdikti.go.id |


HOME

Berita

Rapat Koordinasi Pimpinan PTS, ABPPTSI, APTISI Wilayah V dan LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta Periode ke 4 Tahun 2018

12 Okt 2018
Kelembagaan dan Kerjasama
90 kali

 

Rapat Koordinasi Pimpinan PTS, ABPPTSI, APTISI Wilayah V dan LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta (RAKORPIM) Periode ke 4 Tahun 2018 diselenggarakan pada Rabu, 10 Oktober 2018 bertempat di Ruang Sidang LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta laporan panitia yang disampaikan oleh Kepala Bagian Kelembagaan dan Sistem Informasi, Sukarsono Windu Kumoro, S.Kom., M.Kom., dan dilanjutkan dengan persembahan tari dari 12 orang taruni STTKD Yogyakarta yakni Tari Gema Kencana Arum. Tarian yang menceritakan keanekaragaman budaya nusantara yang berpadu dalam kesatuan gerak yang dinamis ditarikan secara apik dan energik oleh para taruni. Tarian tersebut juga melambangkan betapa kayanya Indonesia akan keindahan seni budaya.

 

Sambutan dan pembukaan RAKORPIM pada kesempatan ini disampaikan oleh Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan Sumber Daya, Tunggul Priyono, S.H., M.Hum. mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES, DEA., yang tidak dapat menghadiri acara karena memenuhi undangan dari Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Jakarta. Dalam sambutannya beliau menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta dalam acara RAKORPIM dan perkembangan laporan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD DIKTI) dari PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta yang menduduki peringkat pertama dari seluruh LLDIKTI di wilayah Indonesia. Prestasi tersebut merupakan pencapaian dan upaya yang didukung oleh seluruh PTS yang berada di lingkungan LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta. Pada masa mendatang dan mengakhiri sambutannya, Tunggul Priyono, S.H., M.Hum. berharap prestasi dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. 

 

RAKORPIM Periode ke 4 ini menjadi lebih istimewa karena dihadiri pula Kapolda DIY, Brigjen Pol Drs. Ahmad Dofiri, M.Si., yang juga menjadi pemateri. Diskusi dalam acara RAKORPIM ini dipandu oleh Dr. Kasiyarno, M.Hum., selaku moderator, yang juga sebagai Ketua APTISI Wilayah V DIY. Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Kapolda DIY dengan tema "Peran Polri Dalam Mengawal Pesta Demokrasi". Kapolda menyampaikan, bagi Polri kegiatan pengawalan pesta Demokrasi adalah tantangan bagi Polri sendiri, lantaran tugas Polri sebagai aparat pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat maupun penegak hukum (sesuai undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia) harus mampu menjaga Indonesia Kondusif. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menyikapi kerawanan kontijensi yang dipicu maraknya pelanggaran ataupun tindak pidana pada penyelenggaraan Pemilu mengandung konsekwensi terhadap kerawanan Kamtibmas secara umum di masyarakat. "Oleh karenanya menjadi tantangan bagi seluruh jajaran Polri untuk melakukan upaya-upaya membangun sinergitas dengan berbagai komponen steakholder dalam pelaksanaan Pemilu, sehingga kerawanan kontijensi Pemilu dapat diantisipasi sejak dini dari mulai tahap pendaftaran calon sampai pelantikan calon terpilih," papar Kapolda.

Dengan melihat beberapa faktor yang menjadi sumber konflik pelaksanaan Pemilu tersebut, Polri tidak bisa berdiri sendiri. maka diperlukan sinergitas dari semua steakholder penyelenggara Pemilu.

 

Sesi kedua disampaikan materi oleh A. Ananta Nugraha dari AZNO (Anti Zat Narkoba dan Obat-obatan) Team DPD DIY BNN (Badan Narkoba Nasional) Warga Pratama. Dalam paparannya yang berjudul "Kriwikan Dadi Grojogan" mengangkat tentang Narkoba sebagai Masalah Nasional, Kapan Berakhir dan Tanggungjawab Siapa. Bahaya narkoba serta peredarannya di masyarakat yang sudah memprihatinkan membuat AZNO Team ikut andil memberantas dengan mengembangkan P4GN yakni Penyuluhan, Pencegahan, Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba. Dampak narkoba yang dapat mempengaruhi fisik dan psikologis menjadi sebuah ancaman kebangsaan, secara internal maupun eksternal. Internal dapat berupa Separatisme, Instabilitas Politik, Konflik Komunal, Konflik SARA, dan Kesenjangan Ekonomi. Sedangkan secara eksternal adalah Konflik Perbatasan, Keamanan Internasional, Hubungan Luar Negeri, Tekanan Ideologi Asing/ Transnasional dan Tekanan Budaya Asing. Harapan AZNO Team agar narkoba dan peredarannya jangan sampai tumbuh dan berkembang, menindak tegas setiap kejadian, melibatkan semua pihak untuk menolak serta lebih peduli kepada lingkungan sekitar dengan melihat gejala dan perilaku.

 

Selanjutnya pada sesi yang ketiga, materi disampaikan oleh Janu Muhammad selaku Ketua Mata Garuda DIY. Mata Garuda DIY sebagai organisasi intelektual penerima dan alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berusaha untuk menghimpun 1.103 anggota dengan program-program strategis yang telah terlaksana. Melalui program Capacity Building, Mata Garuda DIY dengan didukung LPDP berupaya mengakomodasi potensi para alumni dengan memberikan bekal yang dibutuhkan untuk berkontribusi di Indonesia serta berfokus pada pengembangan kapasitas alumni LPDP melalui tiga sesi workshop yang diberikan yakni berkarir di bidang pemerintahan, menjadi akademisi dan menulis jurnal ilmiah, dan peluang menjadi pengusaha di era digital. Harapannya kegiatan ini dapat mendorong para alumni LPDP untuk berkontribusi secara aktif sesuai bidangnya serta sejalan dengan visi misi LPDP untuk mencetak pemimpin dan profesional masa depan Indonesia.


 

.