LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI
WILAYAH V YOGYAKARTA
Jalan Tentara Pelajar Nomor 13 Yogyakarta
IKUTI KAMI
Berita LLDIKTI V local_library Sumberdaya visibility 394 kali
Guru Besar Pertama di Fakultas Hukum dan 2 Guru Besar Baru di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
28 Feb
2020
Jumat,28 Februari 2020

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan slogan Unggul dan Islam telah berhasil menambah jumlah Guru Besar menjadi 10 orang. Pada awal tahun 2020 ini Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mendapatkan tiga SK Guru Besar/ Profesor sekaligus yaitu :

  1. Dr. Mukti Fajar Nur Dewata, S.H., M.Hum (Bidang Ilmu Hukum)

           No. SK 152730/MPK/KP/2019 Tanggal 26 Desember 2019, TMT 1 Desember 2019

  1. Hilman Latief, S.Ag., M.A., Ph.D. (Bidang Ilmu Kajian Islam)

           No. SK 152734/MPK/KP/2019 Tanggal 26 Desember 2019, TMT 1 November 2019

  1. Dr. Drs. Muhamamd Azhar, M.Ag. (Bidang Ilmu Studi Islam)

            No. SK 152733/MPK/KP/2019 Tanggal 26 Desember 2019, TMT 1 November 2019


Ketua BPH diawal sambutannya menyampaikan supaya dengan lolosnya 3 dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta meraih gelar Guru Besar/Profesor bisa diikuti oleh dosen lainnya, karena pembangunan yang dilakukan bukan hanya infrastruktur, akan tetapi sekarang sudah mulai fokus kepada pembangunan SDM-nya, dimana dengan upaya peningkatan tersebut mereka dituntut untuk bisa menghasilkan karya ilmiah. “Semangat ini juga selaras dengan kebutuhan persyarikatan Muhammadiyah yang membutuhkan inovasi dan pembaharuan yang sudah dibuktikan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dari para Guru Besar/Profesor inilah diharapkan akan muncul inovasi-inovasi baru dan pembaharuan” paparnya. Selanjutnya menurut Ketua BPH juga bahwa di Abad ke-2 ini bukan hanya kemajuan eksakta tetapi kemajuan di bidang KeIslaman juga diperlukan.Turut hadir pada acara tersebut adalah Sekretaris LLDikti Wilayah V, Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.Hum. Kemudian dari internal Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, turut hadir pula Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan seluruh Dekan Fakultas di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.Diawali pembacaaan ayat suci Al-Quran, kemudian dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan 3 Guru Besar baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta oleh Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan Sumber Daya, Tunggul Priyono, S.H., M.Hum. Surat Keputusan 3 Guru Besar langsung diserahkan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V, Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Akt. kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., yang kemudian diteruskan dari Rektor kepada 3 Guru Besar baru tersebut.

Berikutnya sambutan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. menyatakan bahwa Tahun 2019 sudah ada 4 Guru Besar baru di UMY, dan jika melihat ke belakang proses perjalanan usulan 3 Guru Besar ini sempat masuk dalam kotak, artinya yang kurang atau belum memenuhi syarat sehingga tidak bisa diteruskan. Tetapi sejak berubah menjadi LLDikti sudah ada perubahan yang sangat signifikan, dimana mereka diajukan kembali untuk dievaluasi dan dinilai ulang yang akhirnya disetujui untuk diajukan ke Dikti dan berhasil lolos meraih gelar Profesor. Sudah ada 35 calon dosen yang sedang dan akan dipersiapkan untuk diajukan ke Guru Besar, dan mudah-mudahan mereka semua bisa segera menyusul 3 Guru Besar baru tersebut. Tidak hanya Guru Besar, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta juga sudah mempersiapkan untuk Lektor Kepala supaya bisa segera diproses. Tidak lupa Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta juga menyampaikan ucapan terimakasih atas penyerahan 3 SK Guru Besar, “...dan sekaligus ini adalah kado awal bagi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang akan melaksanakan Miladnya yang ke-39” lanjutnya. Disampaikan pula bahwa perkembangan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta saat ini sangat luar biasa, ini bukan berarti memuji diri sendiri tetapi dibuktikan bahwa dalam waktu 3 tahun terakhir dosen UMY sudah menghasilkan 405 karya Ilmihan yang terindeks di Scopus, dosen lulus S3 dari 114 dosen menjadi 208, dan masih ada yang sedang studi S3 sebanyak 178 dosen, dan ini juga berarti bahwa sejalan dengan yang disampaikan oleh Ketua BPH UMY bahwa pengembangan dari sisi SDM sudah berjalan baik.

Dan pada akhir acara penyerahan 3 SK Guru Besar tersebut disampaikan arahan dari Kepala LLDikti Wilayah V, Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Akt. yang menyampaikan bahwa kebijakan yang dilakukan oleh LLDikti Wilayah V sekarang tidak hanya menyerahkan hasil penilaian dari penilaian Dikti semata seperti tukang pos, tetapi penilaian dari mereka akan dicermati, direview kembali jika dalam penolakan tersebut ditemukan hal yang bertentangan dengan hasil evaluasi maka akan dilakukan klarifikasi ataupun banding, ini kebijakan secara eksternal. Secara internal juga dilakukan perbaikan di LLDikti Wilayah V, salah satunya adalah tim penilai angka kredit di LLDikti Wilayah V sepakat “...jika dalam hal penilaian ada interpretasi yang berbeda, memberikan keuntungan bagi pihak pengusul (dosen) bukan malah menyulitkan dosen”.

Kepala LLDikti Wilayah V juga menyampaikan bahwa setelah berubah menjadi Lembaga Layanan maka paradigma yang terjadi sudah berubah yaitu sebagai pelayan atau melayani. Salah satu target atau men-challenge diri sendiri khususnya untuk usulan jabatan Asisten Ahli dan Lektor bahwa SK yang terbit kalau bisa tidak perlu menunggu lama, maksimal bisa diserahkan pada saat TMT Jafung tersebut. Begitu juga target Kepala LLDikti Wilayah V bahwa diakhir jabatannya bisa menghasilkan 100 GB, dan target inilah yang patut disampaikan kepada Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta dan juga Yayasannya. Dan tidak hanya sekedar target 100 GB yang harus diraih tetapi implementasi dengan bertambahnya Guru Besar di perguruan tinggi juga sangat mempengaruhi institusi diantaranya akreditasi perguruan tinggi. Dan dari 3 Guru Besar baru di UMY ini bukan hanya berhenti disini dengan gelarnya tetapi masih punya tanggungjawab dan berkewajiban membina , membimbing dan mengajak dosen lainnya untuk segera berproses ke jenjang yang lebih tinggi, dan jangan dianggap bahwa mereka yang merupakan calon Guru Besar baru malah menjadi pesaing mereka sebagai Profesor akan tetapi bisa sebagai partner dalam hal pengembangan keilmuannya.

   

  

  

BERITA TERBARUnew_releases