LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI
WILAYAH V YOGYAKARTA
Jalan Tentara Pelajar Nomor 13 Yogyakarta
IKUTI KAMI
Berita LLDIKTI V local_library Sistem Informasi dan Kerjasama visibility 351 kali
Kolaborasi LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta bersama KPPBC Tipe Madya Pabean B Yogyakarta dalam Sosialisasi Pembebasan Bea Masuk dan Cukai
03 Mar
2020
Selasa,03 Maret 2020

Yogyakarta – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta berkolaborasi dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Yogyakarta dalam menyelenggarakan Sosialisasi Pembebasan Bea Masuk dan Cukai atas Impor Barang untuk Keperluan Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan pada Selasa, 3 Maret 2020 bertempat di Ruang Sidang LLDikti Wilayah V Yogyakarta.

Sebelum acara dimulai peserta sosialisasi dihibur dengan lantunan lagu-lagu dari band “Bejokustik”. Acara resmi dimulai pada pukul 09.00 WIB, diawali dengan pembukaan dan sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, yang diwakili oleh Sekretaris LLDIKTI Wilayah V, Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H. Dalam sambutannya, Sekretaris LLDIKTI menyampaikan terimakasih kepada KPPBC Tipe Madya Pabean B Yogyakarta yang telah berkenan membagi ilmu berkaitan peraturan terbaru mengenai pembebasan bea masuk dan cukai bagi penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. LLDIKTI Wilayah V sesuai dengan fungsi dan tugas pokok ingin mendorong perguruan tinggi untuk lebih berkreasi dalam hal pengembangan dan penelitian.

Kemudian acara dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Yogyakarta, Hengky T.P. Aritonang. “Sebenarnya peraturan tersebut telah efektif pada 25 Januari 2020,” ungkap Hengky. Peraturan baru terkait pembebasan bea masuk dan cukai adalah fasilitas yang diberikan pemerintah kepada badan-badan yang melakukan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dulu pemanfaatannya dibatasi hanya untuk PTN. Proses pengurusannya pun cukup memakan waktu dan biaya yang sering tidak sebanding dengan nilai barang yang akan “dibebaskan” karena hanya bisa dilakukan di kantor pusat yang berlokasi di Rawamangun, Jakarta.

“Bejo Nyawiji, Bangun Nagari” semboyan Bea Cukai Yogyakarta yang dikemas apik dalam pemutaran video profil yang berdurasi selama kurang lebih 5 menit. Video tersebut ikut “mempromosikan” kearifan lokal Daerah Istimewa Yogyakarta serta menampilkan berbagai kegiatan perkantoran Bea Cukai Yogyakarta yang dijalankan sesuai dengan komitmen pelayanan pada semboyan “Bejo Nyawiji, Bangun Nagari”.

Dalam sosialisasi tersebut disampaikan materi oleh narasumber dari kantor pusat Bea Cukai, Fuad Mufti. Kepala Seksi Pembebasan Kepentingan Pemerintah Direktorat Fasilitas DJBC tersebut menjelaskan  terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 200/PMK.04/2019 tentang Pembebasan Bea Masuk dan Cukai untuk Keperluan Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan kepada pihak yang menjadi subjek fasilitas fiskal melalui ketentuan tersebut. Subjek fasilitas seperti pada perwakilan kementerian/ lembaga, perguruan tinggi (negeri, swasta maupun kedinasan), instansi, badan penelitian dan badan usaha (swasta). Ketentuan ini bertujuan untuk mendukung masa depan Indonesia melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Proses pembebasan bea masuk dan cukai berdasarkan ketentuan, subjek fasilitas hanya perlu mengajukan permohonan dari pimpinan atau pejabat setara eselon 2 beserta rincian barangnya kepada Dirjen Bea Cukai melalui portal INSW atau DJBC untuk kemudian diproses selama 5 jam secara terotomasi apabila persyaratan telah dipenuhi dengan lengkap dan benar, atau  melalui kantor wilayah yang dalam hal ini KPPBC Tipe Madya Pabean B Yogyakarta secara manual selama 3 hari kerja. Adapun prosesnya dengan mencantumkan identitas perguruan tinggi/ instansi/ badan usaha, rincian dan jumlah barang dan/ atau peralatan yang diimpor serta uraian dan manfaat dari kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan. Selanjutnya Kepala kantor Bea dan Cukai yang terkait akan menetapkan persetujuannya atau menerbitkan KMK atas nama Menteri Keuangan RI dan pada akhirnya, barang dan/ atau peralatan dapat diimpor dalam jangka waktu satu tahun setelah ditetapkannya pembebasan.

Selain dengan ketentuan diatas, barang dan/ atau peralatan yang direkomendasikan harus memiliki tujuan untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dengan mempertimbangkan bahwa barang impor belum diproduksi didalam negeri, atau sudah diproduksi didalam negeri namun belum mencukupi spesifikasi dan kebutuhan.

Selesai penyampaian materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Peserta cukup antusias menanyakan perihal proses pengajuan pembebasan dimana terdapat cara manual atau otomasi, lamanya proses tersebut dan cara mendapatkan surat rekomendasinya, seperti yang ditanyakan oleh Ibu Anita, peserta dari Litbang Kementan. Adapun proses pembebasan dijelaskan juga oleh narasumber tidak dikenakan biaya administrasi sama sekali. Sehingga Bea Cukai berpesan untuk berhati-hati kepada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan keadaan.

Acara diakhiri dengan penyerahan serta pertukaran plakat antara Bea Cukai Yogyakarta dan LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta. Plakat pertama diserahkan oleh Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Yogyakarta, Hengky T.P. Aritonang kepada Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Dr. Didi Achjari, S.E.,M.Com., Akt dan sebaliknya. Kemudian sosialisasi ditutup dengan foto bersama dengan peserta dan panitia.

 

Materi sosialisasi dapat diunduh melalui : bit.ly/materi200