LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI
WILAYAH V YOGYAKARTA
Jalan Tentara Pelajar Nomor 13 Yogyakarta
IKUTI KAMI
Berita LLDIKTI V local_library Administrator visibility 1150 kali
LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta Menyikapi Kebijakan Pemerintah dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19
18 Mar
2020
Rabu,18 Maret 2020

Merebaknya virus corona atau Corona Virus Disease (COVID-19) di Indonesia perlu menjadi kewaspadaan kita bersama. Berdasarkan data dari BNPB melalui kanal youtube-nya hingga saat ini sudah mencapai 172 kasus (per hari Selasa, 17 Maret 2020) dan ditegaskan juga melalui data dari laman kawalcovid19.id terdapat 156 orang dalam perawatan, 9 orang dinyatakan sembuh dan 7 pasien meninggal dunia. Khusus di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat ada 22 kasus COVID-19.

Hal ini membuat beberapa instansi pemerintah mengeluarkan kebijakannya terkait pencegahan penyebaran COVID-19. Khususnya pada sektor pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 ini. Salah satunya pada Surat Edaran Mendikbud nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tanggal 17 Maret 2020 hal Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) yang ditujukan kepada seluruh pimpinan PTN/PTS, LLDIKTI, Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan UPT Kemdikbud. Beberapa poin yang disampaikan dalam surat edaran tersebut yaitu khusus untuk daerah yang sudah terdampak COVID-19 berlaku ketentuan sebagai berikut: 1) memberlakukan pembelajaran secara daring dari rumah bagi siswa dan mahasiswa; 2) pegawai, guru, dan dosen melakukan aktivitas bekerja, mengajar atau memberi kuliah dari rumah (Bekerja Dari Rumah/ BDR) melalui video conference, digital documents, dan sarana daring lainnya. Sebagai informasi, berbagai lembaga penyedia telah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyediakan sarana pembelajaran daring secara gratis sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari surat edaran ini; 3) pelaksanaan BDR tidak mempengaruhi tingkat kehadiran (dipandang sama seperti tekerja di kantor, sekolah, atau pergururan tinggi), tidak mengurangi kinerja, dan tidak mempengaruhi tunjangan kinerja; dan 4) apabila harus datang ke kantor/kampus/sekolah sebaiknya tidak menggunakan sarana kendaraan (umum) yang bersifat massal.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 433/4956 tanggal 17 Maret 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 di lingkungan Pemda DIY dalam menindaklanjuti SE MenPan-RB Nomor 19 Tahun 2020, dalam salah satu poinnya menyebutkan semua ASN tetap melaksanakan tugasnya di kantor masing-masing kecuali yang sudah dinyatakan sebagai Orang  Dalam Pemantauan.

Berdasarkan data yang sudah terhimpun, sebagian besar PTN dan PTS yang berada di DIY melakukan pembelajaran/ KBM secara daring dan untuk dosen/ tenaga pendidik melaksanakan pekerjaannya dari rumah masing-masing (BDR). Seperti halnya yang sudah dilakukan oleh Universitas Islam Indonesia (UII), sebagaimana yang disampaikan oleh Rektor UII, Fathul Wahid, “Saya pantau beragam kanal bagaimana dosen berkreasi dalam pembelajaran daring. Ada dosen yang menggunakan siaran langsung Facebook untuk memberi kuliah. Ada yang sangat ketat, untuk presensi harus menyebutkan kata kunci, yang disampaikan dosennya di awal, tengah, dan akhir. Yang mengikuti utuh asumsinya tahu kata kunci untuk dianggap hadir. Ada yang merekam penyampaikan materi menggunakan ponsel dan diunggah ke Youtube dan yang lain ada yang unggah materi kemudian penugasan (sebagai bukti kehadiran), ada yang ditambah dengan diskusi dengan teks, ada yang menggunakan zoom, dan kombinasi beragam teknologi “.

Menyikapi dua kebijakan di atas, LLDIKTI Wilayah V sebagai salah satu unit kerja dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bertugas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mengambil opsi tindakan sebagai berikut : pertama, beraktivitas seperti biasa. Kebijakan tersebut diambil dengan pertimbangan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta belum terdampak secara signifikan sebagaimana dijelaskan dalam surat edaran Gubernur tersebut di atas sehingga pegawai LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta bekerja seperti biasanya. Kedua, sebagian bekerja di kantor dengan sistem piket, mengingat masih ada beberapa tupoksi pelayanan masyarakat yang harus tetap berjalan. Ketiga, bekerja dari rumah sesuai dengan surat edaran Kemdikbud di atas, mengingat upaya pencegahan penyebaran virus yang dimaksud harus dilakukan secara optimal sehingga pegawai LLDIKTI Wilayah V dapat terhindar dari penularan dan dapat berkontribusi menyukseskan upaya pemerintah menanggulangi penyebaran virus tidak semakin meluas. Hal ini sudah diterapkan kepada salah satu pegawai LLDIKTI Wilayah V dengan izin Kepala Lembaga untuk melakukan BDR karena kondisi yang bersangkutan tinggal di luar DIY dan menggunakan transportasi umum setiap harinya.

Harapannya kejadian luar biasa ini dapat segera teratasi sehingga aktivitas masyarakat serta pemerintahan dapat berangsur pulih dan berjalan dengan normal seperti sedia kala. Namun demikian, hal tersebut tidak terwujud secara maksimal tanpa adanya dukungan dan kedisiplinan dari seluruh lapisan masyarakat.