LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI
WILAYAH V YOGYAKARTA
Jalan Tentara Pelajar Nomor 13 Yogyakarta
IKUTI KAMI
Melawan Covid-19 local_library Universitas Widya Mataram Yogyakarta visibility 69 kali
Pemulihan Sektor UMKM dan Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19
22 Mei
2020
Jumat,22 Mei 2020

Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat terus diajak untuk memeranginya. Namun paradigma tersebut harus dirubah sehingga saat ini masyarakat justru harus berdamai dengan Covid-19. Melawan Covid-19 akan menguras banyak energi, sehingga berdamai dengan Covid-19 adalah langkah yang perlu ditempuh.

Dr. Jumadi, SE., MM selaku narasumber Acara Webinar yang diselenggarakan Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) DIY menyampaikan bahwa kerugian sektor pariwisata secara nasional sebagai dampak dari pandemi Covid-19 sebesar 38,2 Triliun rupiah. Kunjungan wisatawan asing berkurang hingga 15 juta kunjungan dan hunian hotel semakin terpuruk.

“Dampak Covid-19 juga terlihat pada fenomena tenaga kerja di Bali. Sebanyak 63.029 orang dirumahkan dan jumlah tersebut paling banyak dari sektor pariwisata dan restoran. Sedangkan tenaga kerja yang di PHK sebanyak 1806 orang,” papar Jumadi pada Pada Sabtu (16/5/2020) melalui aplikasi Zoom.

Dalam webinar bertajuk Pemulihan Sektor UMKM dan Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 tersebut Jumadi memaparkan, dampak Covid-19 di Yogyakarta selain pada sektor pendidikan dan pariwisata juga merembet ke sektor perhotelan, transportasi, UMKM, seni dan hiburan. “Hampir semua lokasi di Yogyakarta ditutup sehingga kerugian diperkirakan mencapai 67, 04 miliar,” terang Ketua IDRI DIY itu.

Berdamai dengan Covid-19, lanjut Wakil Rektor I Universitas Widya Mataram (UWM) itu, dapat dilakukan dengan penanganan jangka pendek, menengah dan panjang. Penanganan jangka pendek dengan memberikan dukungan finansial atau stimulus terhadap biaya operasional dan para pelaku industri pariwisata. Solusi lain dengan mengoptimalkan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), penguatan regulasi bagi wisatawan mancanegara, serta inovasi produk digital.

Sementara penanganan jangka menengah, dilakukan dengan memperbaiki proses dan rantai nilai dalam aspek pariwisata. Selain itu strategi Penthahelik juga menjadi bagian dalam penanganan Covid-19 yang mencakup Academic, Bussiness, Government, Community/Customer, dan Media.

“Pembuatan sistem operasi industri pariwisata sebagai penanganan jangka panjang yang harus dilakukan. Keberhasilan sektor pariwisata jika ada sesuatu yang bisa dilihat, ada aktivitas yang bisa dilakukan wisatawan di destinasi wisata, dan ada hal yang bisa dibawa pulang,” kata Jumadi.

Sumber: http://new.widyamataram.ac.id/content/news/pemulihan-sektor-umkm-dan-pariwisata-pasca-pandemi-covid-19#.XscQdVQzbIU