LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI
WILAYAH V YOGYAKARTA
Jalan Tentara Pelajar Nomor 13 Yogyakarta
IKUTI KAMI
Berita LLDIKTI V local_library Akademik dan Kemahasiswaan visibility 130 kali
Refocussing Anggaran, Efisiensi Anggaran LLDIKTI Wilayah V Guna Mendukung Penanganan Pandemi Covid-19
20 Mei
2020
Rabu,20 Mei 2020

Merebaknya pandemi Coronavirus Diseases 2019 (Covid-19) di hampir seluruh wilayah di Indonesia berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Tak pelak aspek pendidikan pun menjadi aspek krusial yang terdampak, bahkan instansi pemerintah yang menaungi urusan pendidikan tersebut pun secara massive menjadi “sasaran empuk” pandemi tersebut. Seperti halnya Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta yang secara vertikal merupakan instansi dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memberikan pelayanan pada perguruan tinggi swasta sebagai stake holder-nya, khususnya di daerah Provinsi D.I. Yogyakarta, juga turut terdampak yang menyebabkan pelayanan dan aktivitas kegiatan lain menjadi terhambat.

Dalam rapat virtual yang diselenggaran oleh LLDIKTI Wilayah V, Selasa 19 Mei 2020, dengan menghadirkan tim dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan bahasan refocussing dan penggunaan anggaran bersama pemangku kepentingan urusan anggaran LLDIKTI Wilayah V, Kepala berikut pejabat struktural serta tim teknis. Tidak ketinggalan juga tim pengawas dalam urusan penggunaan anggaran yakni Satuan Pengawas Internal (SPI). Bahasan utama dalam rapat virtual tersebut adalah memfokuskan kembali dan realokasi anggaran LLDIKTI Wilayah V dalam rangka mendukung penanganan covid-19. Hal tersebut berdampak pada pemangku kepentingan anggaran LLDIKTI Wilayah V harus “memutar otak” merevisi sebagian besar kegiatan berikut anggaran yang sudah tersusun “apik” dalam perencanaan kegiatan dengan mengganti fokus utama anggaran guna penanggulangan pandemi tersebut.   

Refocussing secara sederhana dapat dimaknai dengan menfokuskan kembali atau menata ulang sesuatu. Dijumpai dalam rapat virtual tersebut, Ketua SPI LLDIKTI Wilayah V, Dody Hapsoro menegaskan bahwa refocussing yang dimaksudkan disini merupakan realokasi anggaran dengan melihat kembali fokus apa yang diprioritaskan dalam upaya efisiensi anggaran. Dody menambahkan bahwa dengan hadirnya tim Inspektorat Pusat dalam rapat virtual tersebut setidaknya dapat memberikan informasi dan gambaran kepada pemangku kepentingan di LLDIKTI guna efisiensi anggaran dalam rangka mengatisipasi penyebaran covid-19.

Drs. Bahari Mulawarman, M.Ak. sebagai narasumber selaku Auditor Madya Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kbudayan dalam pertemuan virtualnya menegaskan bahwa fokus efisiensi anggaran mencakup 3 hal yaitu pemberian fasilitas kepada pegawai dalam pelaksanaan work from home (WFH), revisi anggaran untuk mendukung penanganan covid-19, dan dukungan pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19. Hal tersebut membawa konsekwensi bahwa revisi anggaran termasuk pelaksanaan PBJ dapat difokuskan dalam penanganan covid-19 dengan segala dampaknya. Selain itu, pegawai yang melaksanakan WFH dapat diberikan fasilitas secara proporsional guna menunjang pekerjaan dari rumah, seperti pemberian paket data untuk mengakomodir kebutuhan intensitas komunikasi dan koordinasi atau penunjang lain sesuai dengan kebutuhan.

“Untuk saat ini, utamanya adalah bekerja dari rumah. Kalaupun harus ke kantor setidaknya ada unsur urgensi pekerjaan tertentu dan kepada pegawai tersebut diberikan Surat Tugas sehingga kepadanya dapat diberikan uang transport lokal dan uang saku dengan pelaksanaan pekerjaan minimal 8 jam kerja”, demikian tambah tim auditor , Hartono, S.Pd., M.Pd. Dalam kesempatan yang sama Ir. Agung Prasetyo, M.M. yang juga sebagai tim auditor menginformasikan perihal pelakasanaan kegiatan dalam masa pandemi ini bahwa acara-acara baik itu rapat, sosialisasi, forum diskusi (FGD) dan sebagainya dapat dilaksanakan secara online melalui teleconference atau media online lainnya, dalam kondisi tersebut honorarium untuk narasumber/ moderator dan tim teknis dapat dibayarkan asalkan disertai dengan kelengkapan dokumen dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tidak sampai disitu, Pemerintah Daerah, khususnya D.I. Yogyakarta juga gencar memberikan dukungan kepada mahasiswa luar daerah yang masih tinggal di Yogyakarta dalam masa seperti ini. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V, Didi Achjari, dalam pertemuan virtual pada kesempatan yang sama selepas beliau menghadiri rapat bersama Pemerintah Daerah D.I. Yogyakarta. “Mahasiswa luar daerah yang terpaksa masih stay di Yogyakarta karena tidak bisa pulang akan diberikan kontribusi tempat tinggal sementara di asrama-asrama sesuai dengan daerah masing-masing dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan”, tegasnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, bekerja keras melakukan berbagai cara dalam rangka penanganan dan penanggulangan penyebaran covid-19 di Indonesia. Namun demikian, upaya tersebut tidak dapat berjalan lancara jika tidak ada dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat sehingga dalam hal ini masyarakat dituntut untuk sadar kesehatan diri dan keluarga serta mengikuti protokol kesehatan yang sudah disosialisasikan oleh pemerintah.