LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI
WILAYAH V YOGYAKARTA
Jalan Tentara Pelajar Nomor 13 Yogyakarta
IKUTI KAMI
Artikel local_library Akademik dan Kemahasiswaan visibility 230 kali
Siap Berproses
07 Jan
2020
Selasa,07 Januari 2020

Oleh: Erik Hadi Saputra
Tim LKMM LLDikti Wilayah V Yogyakarta
Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta
Direktur Kehumasan dan Urusan Internasional Universitas AMIKOM Yogyakarta


Pembaca yang kreatif, pada 31 Desember 2019 lalu pada acara Festival Republik 2019 yang dilaksanakan Republika Kantor Perwakilan DIY, Jateng, dan Jatim, saya ikut berbagi  inspirasi pada sore hari setelah ashar hingga menjelang maghrib. Pada acara bertajuk Talkshow Milenial tersebut, tema yang diangkat adalah 'Membangun Generasi Unggul'. Tahun baru bukan hanya soal tahun yang berubah, namun perubahan juga diharapkan pada sikap dan kemauan agar menjadi pribadi yang lebih baik (unggul). Menjadi unggul tentunya hasil dari proses yang telah dilalui.

Seperti kisah seekor kupu-kupu yang ditemukan oleh seseorang. Orang ini melihat sebuah  lubang kecil muncul. Ia mengamati beberapa jam ketika ulat (calon kupu-kupu) tersebut berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian calon kupu-kupu itu berhenti. Sepertinya dia telah berusaha semampunya dan tidak bisa lebih jauh lagi. Orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Apa yang terjadi?. Terlihat kupu-kupu tadi memiliki tubuh gembung dengan sayap-sayapnya kecil dan mengerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap sayap-sayap itu akan mekar dan melebar, mampu menompang tubuhnya, sehingga kemudian bisa terbang. 

Namun, semuanya tak pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Pelajaran yang diperolah dari kejadian ini adalah orang tersebut tidak mengerti bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil itu adalah proses untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu terproduksi dan masuk ke bagian dalam sayap-sayap sedemikian rupa, untuk menumbuh kembangkan sayap- sayapnya menjadi kuat, sehingga akan siap terbang begitu pada saatnya dia mampu membebaskan diri dari kepompong tersebut.

Pembaca yang kreatif, cerita itu menggambarkan bahwa kesuksesan yang didapatkan adalah bagian dari proses. Sukses tidak datang tiba-tiba. Orang butuh mengeluarkan energi, mencoba terus, memaksimalkan cara berpikirnya, dan menahan perasaan negatifnya. Semua dimulai dari kemauan untuk melakukan. Bagaimana mau unggul jika kemauan saja tidak ada? Seseorang punya kemauan menurunkan berat badan. Namun kemauan itu hanya diucapkan. Ketika ada tawaran makanan, langsung ingin menolak. Tapi tidak bisa karena temannya terus memaksa. Ketika makan enak, tidak ingin menambah. Tetapi ketika dimotivasi “gak papa dikit aja”, maka semangat menambahnya semakin kuat. Seseorang yang sudah punya kemauan menikah tidak kunjung menikah karena banyaknya pertimbangan. Belum punya rumah, belum ada kendaraan, dana masih kurang, dan alasan belum siap. Padahal jika dia sadar, saat masa Lebaran nanti, dia akan terus ditanya pertanyaan yang sama yaitu “kapan..?”. Pembaca yang kreatif, apa yang harus kita lakukan?. Tetapkan resolusi, kuatkan kemauan, kumpulkan energi positif, tambah terus semangat bekerja, move on dari masalah yang menimpa, serta bersiaplah berproses menjadi pribadi lebih baik. 

Sehat dan sukses selalu.
 

 


Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 3 Januari 2019 di Rubrik Inspira halaman 13.